Thursday, 12 February 2015

Badai Pasir dari Gurun Sahara Menerjang Palestina dan Israel




Liputan6.com, Kairo - Badai pasir menerjang Palestina, Israel, dan Lebanon. Memicu polusi udara parah dan gelombang besar di Laut Tengah (Mediterania).

Badai, yang terbentuk dari akumulasi debu Gurun Sahara di Afrika Utara yang terbawa angin, membuat pemandangan Kairo, ibukota Mesir, kelabu. Pun dengan Gaza, tempat jejak kehancuran akibat agresi Israel terlihat di sana-sini.

Sementara, Menteri Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan, tingkat polusi udara yang disebabkan badai pasir adalah yang terburuk dalam kurun waktu 5 tahun.

Juru bicara bandara Israel, Liza Dvir, mengungkapkan penerbangan dari dan menuju kota resort Eilat di Laut Merah sementara dihentikan akibat badai.

Namun, pesawat masih mengudara menuju bandara utama, Ben Gurion di luar kota Tel Aviv. Kepolisian Negeri Zionis itu juga mengintensifkan patroli untuk merespons kondisi darurat yang disebabkan cuaca buruk.

Di Beirut, ibukota Lebanon, gelombang kuat menerjang pagar, ubin, dan merusak bangunan yang menghadang ke Laut Tengah. Badai juga memicu angin kencang, hujan, dan turunnya salju di pegunungan.

Badan meteorologi Lebanon menyebut, kecepatan angin mencapai 60 mph atau 96 kilometer per jam.



Putra Mahkota Inggris, Charles yang sedang mengunjungi  Al-Ula, Arab Saudi juga terimbas cuaca buruk tersebut. Pesawatnya yang membawanya beruntung bisa mendarat dengan selamat.

Saat keluar dari pesawat jet sewaan yang membawanya, Charles melaporkan pada Pengeran Arab, bahwa pendaratan berlangsung bergelombang. Angin mengombang-ambingkan pesawat di langit.

Kombinasi angin kencang dan badai pasir membuat pilot kesulitan mendarat. Saat Charles dan pangeran Arab berjalan ke sebuah pemukiman Abad ke-6 di Al-Khuraibah, di mana dinding kuno setinggi 3 meter masih tegak berdiri, kepulan badai pasir menerjang rombongan kedua pangeran itu.

Charles melempar guyonan, "Anda tak keberatan saya tetap memakai kacamata hitam? Sebab, debu bisa saja masuk ke mata saya."  (Foto: Badai di Gaza, Palestina)



Badai pasir kali pertama menerjang Mesir, menghentikan sementara penerbangan di Bandara Internasional Kairo. Pun dengan dua pelabuhan.

Ihab Mohieddin, kepala badan penerbangan Mesir mengatakan, keberangkatan di Bandara Kairo relatif tak terganggu, namun untuk ketibaan sempat ditunda hampir 70 menit karena jarak pandang yang berkurang drastis.

Ia menambahkan, selama penutupan aktivitas udara, 4 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Sementara, penerbangan kelima berbalik arah ke Amman, Yordania.

Sementara, bandara tersibuk kedua di Alexandria ditutup baik untuk keberangkatan maupun ketibaan. Pesawat dialihkan ke bandara lain yang tak terdampak badai. Pelabuhan Alexandria dan Dekheila juga sempat ditutup sementara.
Gelombang tinggi penerjang tepian Semenanjung Sinai, dekat kota resort Dahab, memaksa petugas penyelamat menyelamatkan penyelam dan mereka yang sedang berenang di pantai.

Seorang penyelam Jepang, yang terjebak di tengah gelombang tinggi, tertangkap kamera sedang dievakuasi rekannya yang lain. (Yus)

Palestin buka kedutaan di Sweden


Menteri Luar Sweden, Margot Wallstrom (dua kiri) dan Abbas semasa perasmian Kedutaan Palestin di Stockholm, kelmarin.
Menteri Luar Sweden, Margot Wallstrom (dua kiri) dan Abbas semasa perasmian Kedutaan Palestin di Stockholm, kelmarin.
STOCKHOLM - SWEDEN . Palestin membuka Kedutaan pertamanya di Eropah Barat iaitu di ibu negara Sweden, Stockholm, kelmarin.
Perkembangan terbaharu itu mencetuskan kemarahan Israel.

Pembukaan pejabat kedutaan itu diumumkan beberapa bulan selepas Sweden secara rasmi mengiktiraf Palestin sebagai sebuah negara.

Perkara itu disahkan Duta Palestin ke Rusia, Fayed Mustafa.

Beliau berkata, keputusan untuk membuka Kedutaan di negara berkenaan muncul ketika Presiden Mahmoud Abbas melakukan kunjungan ke Sweden bermula hujung minggu lalu.

"Kami berharap tren untuk mengiktiraf Palestin sebagai sebuah negara terus berkembang di Eropah.

"Sweden sudah membuat langkah besar ke arah itu," ujar Mustafa.

Dalam perkembangan berkaitan, kerajaan Sweden berikrar untuk meningkatkan bantuan kewangan kepada rakyat Palestin.

"Proses pembinaan Palestin perlu diteruskan," kata Perdana Menteri, Stefan Lofven semasa mesyuarat dengan Abbas.

Sweden dilaporkan merancang meningkatkan bantuan kewangan berjumlah AS$179.74 juta (RM644.6 juta) untuk tempoh lima tahun akan datang. - Press TV

Tuesday, 10 February 2015

Israel Ubah Sejumlah Landmark Islam di Masjid Al-Aqsha Jadi Toilet Umum

aqsa

TINDAKAN keji dilakukan oleh Israel dengan merubah sejumlah landmark dan sejarah Islam di dekat Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur menjadi toilet umum, sebuah LSM Palestina mengatakan dan dilaporkan Worldbulletin.
“Pasukan pendudukan Israel telah mengubah beberapa landmark dan sejarah Islam di tenggara Yerusalem Mughrabi Quarter, hanya 50 meter sebelah barat dari Al-Aqsha, menjadi toilet umum bagi orang Yahudi dan turis asing yang mengunjungi wilayah Hait al-Buraq,” Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan menegaskan dalam sebuah laporan yang dirilis Senin kemarin (9/2/2015).
Palestina menganggap daerah Hait al-Buraq sebagai bagian dari landmark Islam. Sedangkan Yahudimenyebutnya “wilayah Barat” atau “Tembok Ratapan” dan melakukan ibadah di dekat situ.
Dalam laporannya, yayasan Al-Aqsha mengatakan bahwa toilet adalah bagian dari sinagoga utama Yahudi yang sedang dibangun di daerah itu.
Laporan ini melanjutkan bahwa daerah tersebut berisi puluhan bangunan bersejarah dan landmark Islam, termasuk beberapa yang berasal dari era kekhalifahan Utsmaniyah.
Yayasan Al-Aqsha mengatakan Israel telah melakukan kejahatan terhadap peradaban dan sejarah dengan mengubah bangunan bersejarah menjadi toilet umum.[fq/islampos]

500 Rabbi Desak Netanyahu Hentikan Penghancuran Rumah Palestina

gaza-jews

RATUSAN rabbi Yahudi dari Israel, Inggris dan di seluruh dunia mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menghentikan pembongkaran rumah warga Palestina, lapor Worldbulletin.
Rabbi untuk Hak Asasi Manusia (RHR) telah mengajukan surat terbuka kepada Perdana Menteri Israel yang menyatakan bahwa sikap Netanyahu tidak sejalan dengan hukum internasional dan tradisi Yahudi.
Menurut para rabbi, tidak ada yang bisa mewakili atau menentukan bagaimana merencanakan komunitas mereka sejak komite perencanaan lokal dan distrik dihapuskan pada tahun 1971.
Pada akhir Januari lalu, PBB menuduh Israel secara ilegal menghancurkan rumah 77 warga Palestina, membuat banyak anak-anak, di Yerusalem Timur serta distrik Ramallah, Yerikho dan Hebron kehilangan tempat tinggal.
“Dalam tiga hari terakhir, 77 warga Palestina, lebih dari setengah dari mereka anak-anak, telah kehilangan tempat tinggal,” kata James Rawley, koordinator Kemanusiaan PBB. “Beberapa struktur yang disediakan oleh masyarakat internasional untuk mendukung keluarga yang rentan justru dibongkar oleh Israel.
“Penghancuran yang mengakibatkan pengusiran paksa dan pemindahan ga warbertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional dan hanya menciptakan penderitaan yang tidak perlu serta ketegangan. Dan Israel harus segera dihentikan.”[fq/islampos]

Pemukim Yahudi Sabotase Lahan Zaitun Warga Palestina

ladang gandum, kebun,

PEMUKIM Yahudi dikabarkan menyabotase lahan Zaitun milik warga Palestina. Mereka menebang lebih dari 70 pohon zaitun di lahan di distrik Hebron pada hari Senin (9/2/2015).
Sementara itu saksi mengatakan kepada Ma’an bahwa pemukim juga menghancurkan lebih dari 70 bibit pohon di dekat kota Sair.
Pohon-pohon itu telah ditanam seminggu yang lalu di daerah yang terancam aneksasi dekat pemukiman ilegal Metzad, yang terletak di blok Gush Etzion barat dari Bethlehem.
Sebelumnya, warga telah mengadakan kampanye untuk menanam pohon.
Serangan terhadap pohon-pohon zaitun ini diduga merupakan cara utama untuk memaksa warga Palestina keluar dari rumah dan tanah mereka. Hal ini diduga terkait dengan isue penyitaan tanah untuk pembangunan pemukiman Yahudi.
Industri zaitun mendukung mata pencaharian sekitar 80 ribu keluarga di Tepi Barat yang diduduki. Sejak tahun 1967, sekitar 800 ribu pohon zaitun telah tumbang di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan bersama oleh Otoritas Palestina dan Riset Terapan Institut Yerusalem. Hilangnya ini telah menjadi penyebab kemiskinan bagi banyak orang Palestina. [ds/islampos]

Menelisik Hubungan Saudi-Israel di Bawah Kendali Raja Salman

Members of the Saudi security forces take part in a military parade in Mecca

ANDA boleh saja tidak suka mendengar kabar ini, namun faktanya, hubungan antara Arab Saudi dan Israel sudah bertahun-tahun lamanya mengkristal dengan tanpa banyak pemberitaan berarti. Di era pemerintahan Raja Salman sekarang—setelah mangkatnya Raja Abdullah—hubungan itu tampaknya tidak mengalami perubahan berarti.
“Perubahan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan satu kepentingan bersama antara kedua negara ini—Saudi dan Israel,” demikian diungkapkan oleh Dr Michal Yaari, seorang ahli kebijakan luar negeri Saudi dan dosen di Universitas Terbuka, seperti dilansir olehJerusalem Post.
Seperti Israel, Saudi sangat benci menerima angin perubahan radikal yang telah melanda wilayah tersebut, terutama kekacauan yang telah didorong oleh gerakan Syiah Iran.
Menurut Yaari, salah satu musuh terbesar bagi kedua negara tersebut saat ini adalah ISIS [Negara Islam] yang mengancam tatanan regional di Timur Tengah. “ISIS menjadi kerangka kerjasama antara Yerusalem dan Riyadh.”
Dan meskipun kepentingan ini hanya berjalan sesaat saat ini, kerjasama Israel-Saudi kemungkinan akan tetap diam-diam berjalan selama konflik Zionis-Arab belum terpecahkan, kata Yaari.
“Kita perlu ingat bahwa bahkan jika ada hubungan antara Israel dan Arab Saudi, itu hanya di belakang layar, di balik pintu tertutup, karena Saudi tidak pernah dapat memulai proses perdamaian bilateral dengan Israel,” katanya.
“Kedua negara memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan yang sangat jauh dari mata publik,” kata Yaari. “Sebuah skenario dimana Israel dan Saudi berurusan dengan satu sama lain di tempat terbuka akan mungkin dilakukan hanya jika Israel menandatangani perjanjian damai yang komprehensif dengan seluruh dunia Arab.”
Sebenarnya pada tahun 1967, Raja Abdullah—ketika itu baru saja diangkat jadi pemimpin Saudi menggantikan Raja Fahd—sudah menawarkan solusi damai kepada Israel dengan cara Israel menarik penuh dari wilayah Palestina yang sudah dikuasai sejak tahun 1967. Lantas, setelah kepergiaan Raja Abdullah, seperti apa hubungan Israel-Saudi?
“Kematian Abdullah tidak akan memengaruhi kebijakan luar negeri Riyadh,” kata Yaari lagi. “Satu-satunya perubahan adalah adanya raja baru—Salman, dan ini tidak mendasar.”
Lantas, apakah Saudi pernah meresmikan hubungan dengan Israel—berdasarkan antagonisme kedua pemerintah terhadap solusi tanpa masalah untuk Palestina? Yaari mengatakan bahwa itu tidak akan terjadi.
“Riyadh tidak akan pernah menandatangani perjanjian damai dengan Israel selama konflik Israel-Arab tetap belum terpecahkan dan selama Israel berpegang pada wilayah-wilayah pendudukan dan Kuil Suci,” katanya.
Yaari mengatakan bahwa ekspresi belasungkawa diungkapkan oleh Presiden Reuven Rivlin dan pendahulunya, Shimon Peres, adalah indikasi dari “pemahaman Israel lebih mementingkan Arab Saudi untuk menjaga stabilitas Timur Tengah.”
Bagaimana dengan Israel sendiri? Tampaknya, Israel masih akan tetap bermain peran menunggu bola. “Hubungan kedua negara harus tetap jauh dari mata publik, dan bahkan jika ada kontak, tidak boleh dipublikasikan di Israel atau Arab Saudi.”
“Israel juga perlu menyadari pentingnya Arab Saudi sebagai pemimpin dunia Arab-Muslim yang luar biasa, sebuah jembatan yang menghubungkan dunia Arab ke Barat, dan faktor yang sangat penting dalam menstabilkan wilayah tersebut dan mempertahankan ketenangan.” []

Pelajar protes pengepungan Gaza


10 Februari 2015


GENTING GAZA - PALESTIN. Puluhan pelajar universiti di Genting Gaza bertindak melemparkan diploma mereka ke dalam Laut Mediterranean sebagai membantah pengepungan berterusan Israel ke atas wilayah Palestin.

Pengepungan itu sekali gus menghancurkan harapan pelajar yang ingin melanjutkan pengajian ke luar negara selepas mereka tidak dapat ke luar disebabkan penutupan sempadan Rafah dengan Mesir.

Menurut Press TV, salah seorang pelajar memberitahu, keyakinannya terhadap manusia dan majlis hak asasi telah hilang memandangkan masalah itu sehingga kini gagal diselesaikan.

Difahamkan, pelajar turut menggesa masyarakat antarabangsa terutama Liga Arab dan Pertubuhan Kerjasama Islam untuk memenuhi tanggungjawab mereka dalam menangani masalah itu.

Lebih 25,000 pesakit dan pelajar kini berada dalam senarai menunggu untuk menggunakan sempadan Rafah bagi mendapatkan rawatan perubatan serta melanjutkan pelajaran.

Monday, 9 February 2015

17,000 Pelapis Briged al-Qassam Sedia Pertahan Palestin

Pelapis Briged al Qassam

  • 1 of 7

GAZA: Hatem hanya berusia 14 tahun, tetapi telah menempuh tiga kali peperangan akibat diserang tentera yahudi dari rejim Israel.
Bagaimanapun, remaja itu kini bersedia untuk mempertahankan tanah airnya selepas mendapat latihan daripada Briged al-Qassam - sayap bersenjata pergerakan Hamas.
"Israel telah membunuh saudara saya pada tahun lalu. Sekarang saya pula akan membunuh mereka.
"Saya kini telah bersedia untuk menjadi pejuang dan menentang mereka," kata anak muda itu penuh semangat ketika majlis tamat latihan di kem latihan Briged al-Qassam.
Hatem merupakan sebahagian daripada 17,000 remaja yang mengikuti latihan ketenteraan daripada Briged al-Qassam sebagai persediaan melahirkan generasi muda dalam mempertahankan Palestin.
Pada tahun lalu, rejim Israel memulakan serangan terhadap Palestin sehingga mengorbankan 2,200 rakyat negara itu.
Dalam konflik ketiga sepanjang lima tahun itu, Briged al-Qassam berjaya melakukan serangan balas menggunakan senjata buatan sendiri.
Serangan balas demi mempertahankan Palestin itu berjaya menundukan ego pemimpin dan tentera yahudi sekaligus memberikan kebebasan kepada masyarakat Islam di Palestin.

PBB: Segera salur dana kepada Gaza

Dua kanak-kanak Palestin bermain dalam kenderaan yang ranap dalam
Dua kanak-kanak Palestin bermain dalam kenderaan yang ranap dalam serangan Israel di Gaza City, baru-baru ini. – AFP
WASHINGTON 7 Feb. – Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) dan Liga Arab merayu kepada penderma antarabangsa supaya segera menyalurkan dana yang telah dijanjikan untuk membantu penduduk Gaza.
Setiausaha Agung PBB, Ban Kin-moon dan Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi dalam satu kenyataan bersama meluahkan rasa `kebimbangan yang mendalam’ berhubung sumber yang terhad dalam usaha untuk memperbaiki keadaan di Gaza.
Kedua-dua pemimpin itu merayu kepada penderma terbabit supaya menyalurkan bantuan seperti yang dijanjikan pada Persidangan Kaherah yang berlangsung pada Oktober lalu.
Dalam kenyataan itu, Kin-moon dan Nabil turut menyatakan rasa kecewa dengan proses pembangunan semula Gaza yang berjalan perlahan dan sumber perubatan yang kurang bagi memastikan kesejahteraan dan kesihatan penduduk terjamin.
Dalam persidangan tersebut, masyarakat antarabangsa berjanji untuk menyalurkan dana berjumlah AS5.6 bilion (RM19.88 bilion) kepada Palestin, dengan separuh daripada peruntukan tersebut akan digunakan bagi membina semula Gaza yang hancur musnah selepas diserang Israel pada Julai lalu.
Qatar merupakan negara yang berjanji untuk menyalurkan dana paling besar kepada Gaza iaitu berjumlah AS$1 bilion (RM3.55 bilion).
Selain itu, Washington berjanji untuk menyediakan dana berjumlah AS$212 juta (RM752 juta) dan Kesatuan Eropah (EU) sebanyak AS$450 juta (RM1.5 bilion).
Awal bulan ini, PBB mengumumkan pihaknya terpaksa membatalkan penyaluran bantuan kewangan kepada beribu-ribu penduduk Gaza bagi membina rumah, berikutan dana yang terhad. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/pbb-segera-salur-dana-kepada-gaza-1.57087#sthash.IJBemqiU.dpuf

Sunday, 8 February 2015

400 rumah Palestin dimusnahkan


TEBING BARAT - PALESTIN . Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengarahkan pemusnahan kira-kira 400 buah rumah penduduk Palestin yang baru dibina di Tebing Barat.

Langkah itu dibuat selepas sebuah akhbar Britain Daily Mail dalam satu laporan mendakwa pembinaan kediaman itu di biaya Kesatuan Eropah (EU).

Bagaimanapun, Pegawai Komunikasi di Pejabat Kesatuan Wakil Eropah di Tebing Barat dan Semenanjung Gaza Shadi Othman, tampil mempertahankan pembiayaan itu dan memberitahu projek adalah sebahagian daripada usaha membina negara Palestin pada masa akan datang. - Press TV

Saturday, 7 February 2015

Hancurnya Yahudi di Akhir Zaman

yahudi jalan

KEDAMAIAN Muslim dunia ini seiring sudah memudar oleh perbuatan kejinya para kaum Yahudi. Sekarang ini bangsa Yahudi memiliki daulah di Baitul Maqdis. Mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuhi kaum wanita, orang tua, anak-anak yang tidak mampu apa-apa dan tidak dapat melarikan diri. Mereka membakar tempat isra’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan merobek-robek kitabullah. Mereka melakukan kejahatan di mana-mana hingga mencapai puncaknya.
Mereka menyebarkan kenistaan, kemaksiatan, kehinaan, pertumpahan darah, pelecehan kehormatan kaum muslimin, penyiksaan dan pelanggaran perjanjian.
Jadi, aksi pengerusakan yang kedua sedang berlangsung sekarang dan telah mencapai titik klimaks dan telah mencapai puncaknya. Sebab tidak ada lagi aksi pengerusakan yang lebih keji daripada yang berlangsung sekarang.
Ibnu Umar r.a meriwayatkan berita gembira lainnya dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Orang yahudi akan memerangi kalian, lalu kalian dapat mengalahkan mereka. Kemudian sebuah batu akan berkata: ‘Hai orang Muslim, ini orang yahudi di belakangku, bunuhlah dia.”
Dalam hal ini apakah batu dan kayu itu memberi tahu umat islam dengan menggunakan perkataan sebagai tanda kekuasaan Allah , dan bagi Allah mentakdirkan hal semacam itu tidaklah sukar ataukah dengan isyarat? Bagaimanapun juga, maksud hadits tersebut segala sesuatu akan menunjukkan dan memberi tahu di mana orang-orang Yahudi berada.
Maksud hadits tersebut tetap bahwa kemenangan akan berpihak kepada umat islam untuk melawan orang-orang Yahudi yang menjadi musuh kaum Muslim.
Dalam sebuah perkataan Hadits pun dijelaskan bahwa akan datang masa sebelum datangnya hari kiamat bahwa kaum muslimin dan bangsa Yahudi akan mengalami peperangan besar dan ini adalah suatu hal yang pasti akan terjadi.
Bangsa Yahudi akan dibantai oleh kaum muslimin, dan hal ini terjadinya di bumi Palestina, dan saat itu seluruh pepohonan dan bebatuan yang dijadikan tempat persembunyian bangsa Yahudi akan berseru memanggil kaum muslimin untuk membunuh mereka, kecuali pohon Ghorqod.
Hal ini menunjukkan bahwa kemenangan berada di tangan Islam dan kehinaan akan meliputi bangsa Yahudi yang terlaknat dan terkutuk.
Namun negeri ini kini terampas dan terjajah, dirampas dan dijajah oleh bangsa terburuk di muka bumi ini. Namun penjajahan mereka atas bumi Palestina dan Syam adalah penggalian kuburan bagi mereka sendiri. Karena Nabi yang mulia telah memilih negeri ini sebagai bangkitnya ath-Tha`ifah al-Manshurah (golongan yang mendapat pertolongan) yang akan membinasakan bangsa Yahudi dan membebaskan negeri Syam dari kekuasaan mereka serta menegakkan Islam sebagai agama yang haq.
Ini menumbangkan mitos yang mengatakan bahwa yahudi adalah bangsa yang terkalahkan. Justru mereka kini telah kembali ke posisi asal mereka yang telah ditetapkan Allah dalam firman-Nya: “Mereka ditimpa kehinaan dimanapun mereka berada”, dan bahwa pengecualian yang diberikan kepada mereka, yaitu “Kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia” (Ali Imran: 112), telah dihapuskan, sebagai balasan bagi kerusakan dan kesombongan yang mereka lakukan di muka bumi ini.
Sumber: As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan PERADABAN/Karya: Yusuf Al-Qardhawy/Penerbit: Pustaka Al-kautsar

Bersatu ganyang Israel dari Lubnan, Syria

Gaza City: Seorang pemimpin kanan Hamas menyeru kumpulan pejuang Palestin yang setia kepada gerakan Islam itu di beberapa kem pelarian di Lubnan dan Syria supaya melancarkan serangan ke atas Israel.
Mahmud Zahar - seorang daripada pengasas Hamas - berkata, sayap bersenjata pertubuhan itu perlu menyerang Israel untuk membebaskan Palestin.
Sayap bersenjata itu dikenali sebagai Briged Ezzedine al - Qassam .
Bercakap kepada media semalam, Mahmud juga menafikan pembabitan Hamas dengan keganasan di Semenanjung Sinai di Mesir.
“Senjata kami sentiasa terarah kepada musuh,” katanya.
Hamas dianggap musuh bukan saja oleh Israel, malah Mesir sejak negara itu dikuasai Abdel Fattah al-Sisi.
Sebelum ini, Mesir menjadi antara negara paling banyak membantu Palestin apabila majoriti rakyat negara itu memilih Dr Mohamed Mursi Isa al-Ayyat sebagai Presiden.
Abdel Fattah kemudian menggulingkan Mohamed Mursi pada 2013. - AFP
Artikel ini disiarkan pada : Jumaat, 6 Februari 2015 @ 7:41 AM


PELUNCUR Israel menunggu masa sesuai untuk beraksi bersama ombak dalam pertandingan luncur air di Ashdod, selatan negara itu semalam.
- See more at: http://www.hmetro.com.my/node/28917#sthash.322QunSd.dpuf

Thursday, 5 February 2015

Israel beku hasil cukai tambahan milik Palestin


TEL AVIV - ISRAEL. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membekukan hasil cukai tambahan milik Palestin berjumlah AS$100 juta (RM360,000).

Kelmarin, akhbar Israel Today melaporkan nilai itu menjadikan jumlah keseluruhan hasil cukai yang dibekukan Tel Aviv kini mencecah AS$229 juta (RM820 juta).

"Sumber rapat dengan Netanyahu memberitahu tindakan itu dibuat sebagai hukuman kepada kepimpinan Pihak Berkuasa Palestin (PA) kerana mengemukakan permohonan untuk menyertai Mahkamah Jenayah Antarabangsa (ICC)," menurut laporan itu lagi.

Difahamkan, hasil cukai tersebut meliputi 70 peratus sumber yang digunakan PA untuk membiayai gaji kakitangan awam di Tebing Barat. - MEM

Wednesday, 4 February 2015

Bantah kunjungan Rivlin


Protes tersebut diadakan berhampiran pusat pemeriksaan Israel di tengah bandar Hebron.
Protes tersebut diadakan berhampiran pusat pemeriksaan Israel di tengah bandar Hebron.
RAMALLAH - PALESTIN. Pertempuran tercetus antara pihak berkuasa rejim Zionis dan penduduk Palestin ketika Presiden Israel, Reuven Rivlin mengadakan lawatan ke Tebing Barat.

Kumpulan aktivis pro-Palestin turut menyertai protes sebagai membantah kunjungan pemimpin itu yang bertujuan untuk merasmikan sebuah muzium di kawasan penempatan haram Yahudi di Hebron.

Seorang penunjuk perasaan cedera selepas pihak berkuasa Israel bertindak melepaskan gas pemedih mata dan tembakan peluru getah untuk menyuraikan kumpulan protes tersebut.

Dalam perkembangan lain, Tel Aviv memutuskan untuk terus membekukan hasil cukai Pihak Berkuasa Palestin (PA).

Difahamkan, keputusan itu dibuat selepas perdana menteri, Benjamin Netanyahu mengarahkan supaya hasil cukai bulan lalu berjumlah kira-kira AS$100 juta (RM360,000) disekat serta merta.  - Press TV

Monday, 2 February 2015

Mesir haram Briged al-Qassam


Mahkamah Mesir mengharamkan Briged al-Qassam dan menyenaraikannya
Mahkamah Mesir mengharamkan Briged al-Qassam dan menyenaraikannya sebagai salah sebuah organisasi pengganas. – AGENSI
KAHERAH 1 Feb. – Mahkamah Mesir, semalam mengharamkan operasi sayap bersenjata pergerakan Hamas iaitu Briged al-Qassam, selain turut menyenaraikannya sebagai salah sebuah organisasi pengganas, langkah drastik Presiden, Abdel Fattah al-Sisi dalam menjaga keamanan negara ini.
“Mahkamah mengambil keputusan untuk mengharamkan Briged al-Qassam dan menyenaraikannya sebagai pertubuhan pengganas,” kata Hakim Mahkamah Khas Kaherah, Mohamed al-Sayid.
Keputusan itu diambil berikutan beberapa serangan yang dilancarkan oleh Briged al-Qassam bagi membantu pergerakan Ikhwanul Muslimin, selain serangan yang mengakibatkan 33 anggota keselamatan terbunuh di Semenanjung Sinar pada Oktober lalu.
Abdel Fattah, semalam selepas mengadakan pertemuan dengan pemimpin atasan tentera berkata, Mesir kini berhadapan dengan kempen yang sukar dan berterusan dalam menentang kegiatan militan.
Pergerakan Hamas merupakan satu daripada organisasi yang mempunyai hubungan rapat dengan Ikhwanul Muslimin yang turut dilabelkan sebagai kumpulan pengganas oleh pihak berkuasa Mesir sejak Presiden, Mohammed Mursi digulingkan pada 2013.
“Kami sebulat suara menolak keputusan Mahkamah Mesir itu terhadap Briged al-Qassam. Ini merupakan satu keputusan berbahaya dan berbaur politik yang memihak kepada rejim Zionis Israel,” kata jurucakap pergerakan Hamas, Sami Abu Zuhri.
Susulan keputusan itu, pergerakan Hamas tidak lagi mengiktiraf Mesir sebagai orang tengah dalam rundingan damai antara pihaknya dengan Israel.
Keputusan mahamah Mesir itu dikeluarkan beberapa hari selepas berlakunya pertempuran berdarah antara pasukan keselamatan Mesir dan kumpulan militan Negara Islam (IS). – REUTERS
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/mesir-haram-briged-al-qassam-1.55055#sthash.jtHZyiCE.dpuf

Saturday, 31 January 2015

Detik-detik Kematian Mustafa Kamal Ataturk

540763_493397274031270_1309302794_n

MUSTAFA Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki . Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.
Ataturk pula yang memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.
Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular.
Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:
1. Dilanda penyakit kulit hingga ke kaki di mana ia merasa gatal-gatal seluruh badan.
2. Sakit jantung.
3. Penyakit darah tinggi.
4. Panas sepanjang waktu.
Pada 26 September 1938, ia pingsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas, lalu ia sempat siuman, namun kemudian hilang ingatan secara permanen.
Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengafani dan menshalatkannya.
Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum yang diberi nama EtnaGrafi di Ankara selama 15 tahun atau sampai tahun 1953.
Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit dan ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer. [sumber: akuislam]

200 Warga Gaza Lakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

aqsa

200 orang Palestina dari Jalur Gaza dikabarkan telah berbondong-bondong menuju Masjid Al-Aqsa pada hari ini (30/1/2015) untuk melakukan shalat Jumat.
“Para jamaah, kembali ke Gaza pada pukul  empat sore waktu setempat, setelah melakukan shalat di tempat suci,” demikian dilaporkan situs berita Palestina Maan News.
Rombongan warga Gaza yang sholat berjamaah di Al-Aqsa bukanlah yang pertama kalinya sejak perang 2007. Pada tanggal 5 Oktober, sekitar 500 warga Palestina di Gaza berdoa di masjid Al-Aqsa.
Keputusan untuk mengizinkan warga Gaza untuk melakukan perjalanan ke Al-Aqsa dicapai sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara kelompok militan Palestina dan Israel. Di mana keputusan telah mengakhiri perang selama musim panas yang menewaskan lebih dari 2.200 warga Gaza. [ds/islampos]

Israel potong bekalan elektrik ke Palestin


BAITULMUQADDIS – Sebuah syarikat pembekal tenaga elektrik Israel akan mengurangkan bekalan tenaga kepada penduduk Palestin di Tebing Barat kerana kegagalan Pihak Berkuasa Palestin (PA) membayar hutang tertunggak lebih AS$450 juta (RM1.6 bilion), kata seorang pegawai kelmarin.
Wilayah Tebing Barat masih di­kuasai Israel.
Langkah itu dibuat semasa ketegangan politik antara Israel dan Palestin memuncak yang berpunca daripada tindakan rejim Zionis membekukan pembayaran hasil cukai sebagai membalas dendam tindakan PA menyertai Mahkamah Jenayah Antarabangsa (ICC).
“Berikutan hutang berjumlah hampir AS$459 juta (RM1.7 bilion), kami memutuskan bahawa bermula hari ini (kelmarin), bekalan elektrik ke Tebing Barat akan dipotong selama satu jam setiap pagi dan sejam pada pukul lapan malam,” kata seorang pegawai syarikat Israel Electric Corporation (IEC).
“Langkah ini akan berterusan sehingga pihak PA membayar semua hutangnya,” tambah pegawai tersebut.
Syarikat Palestin yang menyalurkan bekalan elektrik daripada IEC, Jerusalem District Electricity Company (JDECO) mengaku bahawa PA gagal melunaskan hutangnya. Namun, JDECO mengecam langkah Israel itu sebagai hukuman terhadap rakyat Pa­lestin.
“Kami berulang kali memberi amaran tentang kesan buruk daripada tindakan PA tidak melunaskan hutang­nya,” kata pengarah JDECO, Hisham Omari.
“Namun, keputusan itu tidak adil dan bertujuan untuk menghukum penduduk Palestin,” kata Hisham.
Setakat ini, belum ada pihak mahu menyatakan sama ada tindakan rejim Zionis itu bermotifkan politik atau sebaliknya.
Namun, media tempatan melaporkan langkah tersebut memerlukan kelulusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pihak berkuasa Israel. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0131&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_03.htm#ixzz3QLqqyMmr 
Hakcipta terpelihara 

Tebing Barat, Gaza alami penguncupan ekonomi


Kanak-kanak Palestin bermain di luar sebuah khemah yang didirikan
Kanak-kanak Palestin bermain di luar sebuah khemah yang didirikan oleh penduduk Palestin berhampiran rumah mereka yang musnah dalam serangan Israel di kawasan perumahan Abasan di timur Khan Yunis pada 28 Januari lalu. - AFP
WASHINGTON 30 Jan. – Serangan Israel ke atas Gaza menyebabkan penguncupan ekonomi di wilayah itu dan Tebing Barat, buat kali pertama sejak 2006, kata Tabung Kewangan Antarabangsa (IMF), semalam.
Menurut IMF, Tebing Barat berjaya mencatat perkembangan ekonomi pada kadar 4.5 peratus pada tahun lalu, sementara aktiviti ekonomi di Gaza merosot sebanyak 15 peratus, faktor yang didorong oleh perang dan kelewatan pembangunan semula wilayah itu.
Secara keseluruhan, penguncup­an itu bersamaan kira-kira satu peratus daripada Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) wilayah tersebut.
“Aktiviti ekonomi menguncup pada 2014 ekoran perang di Gaza pada musim panas lalu dan peningkatan ketegangan politik di Tebing Barat dan Baitulmaqdis Timur,” kata IMF.
Selepas satu misi untuk menilai keadaan ekonomi Palestin, IMF meragui proses pemulihan ekonomi di wilayah Palestin itu pada tahun ini ekoran keengganan Israel menyerahkan sebanyak AS$127 juta (RM 461 juta) pembayaran dana cukai yang sepatutnya diberikan kepada Pihak Berkuasa Palestin untuk keperluan import makanan ke Tebing Barat dan Gaza.
“Jumlah itu mewakili kira-kira dua pertiga daripada pendapatan bersih dan amat penting kepada bajet Pihak Berkuasa Palestin serta ekonomi Palestin.
“Pengurangan pembayaran gaji dan pemotongan perbelanjaan awam lain diperlukan kerana penangguhan pembayaran dana cukai ekoran kekangan kewangan semasa, mungkin mengakibatkan pengurangan drastik daripada segi penggunaan dan pelaburan swasta,’’ kata IMF.
Kemelut di Baitulmaqdis dan Gaza juga mengakibatkan peningkatan kadar pengangguran di ke­dua-dua wilayah itu pada kadar 19 peratus di Tebing Barat dan 41 peratus di Gaza.
Dalam perkembangan berasing­an, syarikat elektrik milik Israel, Perbadanan Elektrik Israel (IEC) akan mengurangkan bekalan tenaga elektrik di wilayah Tebing Barat ekoran hutang lebih AS$450 juta (RM1.6 bilion) oleh penduduk Palestin.
“Ekoran jumlah hutang bernilai AS$450 juta (RM1.6 bilion) itu, kami memutuskan bermula hari ini, bekalan elektrik (ke Tebing Barat) akan dipotong bagi setiap satu jam pada waktu pagi dan satu jam lagi pada malam hari,’’ kata wakil syarikat itu. - AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/tebing-barat-gaza-alami-penguncupan-ekonomi-1.54455#sthash.7tiEfmxJ.dpuf

Israel buka tender bina penempatan haram


BAITULMAQDIS 31 Jan. – Israel semalam mengeluarkan tender bagi membina 450 buah rumah secara haram di Tebing Barat, rancangan yang disifatkan oleh penduduk Palestin sebagai satu 'jenayah perang'.
Pemerhati hak asasi manusia yang dikenali sebagai 'Peace Now' dalam satu kenyataan berkata, tindakan tersebut mempunyai kaitan dengan pilihan raya umum Israel 17 Mac depan, yang menyaksikan Parti Likud pimpinan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu akan bersaing dengan parti sayap kanan lain bagi mendapatkan undi terbanyak.
"Tindakan tersebut merupakan satu rancangan pra-pilihan raya bagi memperkukuhkan kedudukan kerajaan Nentanyahu," jelas Peace Now. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/israel-buka-tender-bina-penempatan-haram-1.54629#sthash.WWtU81Ve.dpuf

Friday, 30 January 2015

Gereja Inggris Gempar, Pendeta Ini Sebut Israel Dalang Tragedi 11 September

911

SEORANG pendeta asal Inggris membuat gereja gempar. Pasalnya, ia berani memasang artikel di Facebook yang menerangkan bahwa Israel adalah dalang serangan 11 September 2001 di AS.
Pendeta Stephen Sizer, pendeta Gereja Kristus di Virginia Waters, Surrey, diduga mempublikasikan tautan ke sebuah artikel dengan judul: “9/11 Israel melakukannya.”
Mengetahui hal Ini, Keuskupan Guildford mengatakan pihaknya akan mengambil “Tindakan segera” untuk menyelidiki Sizer.
Seorang juru bicara gereja mengatakan hal Ini amat menyedihkan dan memalukan, karena tulisan ini muncul di pekan yang sama dengan peringatan 70 tahun pembebasan Auschwitz.
“Perhatian kami tertuju pada komentar oleh Pendeta Stephen Sizer di media sosial. Dalam komentar tersebut Pendeta Sizer menautkan sebuah artikel berjudul ‘9/11 Israel melakukannya,” kata juru bicara itu.
Menurut laporan BBC pada Jumat (30/1/2015) Sizer memiliki sejarah perseteruan dengan pimpinan komunitas Yahudi tentang sebuah tulisan di blog tentang Israel dan Zionisme. [sm/islampos]