Tuesday, 24 June 2014

palestin

PEMUKIM YAHUDI TEMBAKI KUMPULAN PELAYAD PALESTINA DI AL-BIREH


JUNE 23, 2014bentrok



Pemukim Yahudi pada hari Ahad (22/6/2014) menembaki warga Palestina di al-Bireh dekat Ramallah saat mereka berkumpul untuk pemakaman seorang pria, yang tewas oleh pasukan Israel hari sebelumnya.


Setelah prosesi pemakaman Muhammad Tarifi di lingkungan Jabal al-Tawil, pemukim dari pemukiman Psagot menembaki pelayat, melukai salah satu dari mereka.

Ketika pasukan Israel tiba di lokasi, bentrokan pecah karena warga Palestina melemparkan batu pada pemukim dan tentara.

Tentara menembakkan granat, gas air mata, peluru, dan api hidup kepada Palestina.

Orang-orang Palestina kemudian mundur ke al-Bireh di Jabal al-Tawil dan lingkungan al-Jinan.

Seorang warga ditemukan tewas di atap sebuah bangunan komersial di Ramallah dan otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena peluru yang ditembakkan dari senapan serbu M16, yang digunakan oleh pasukan Israel.

Kasus itu adalah kasus penembakan kelima oleh pasukan Israel pada pekan lalu, dalam kampanye militer besar-besaran di Tepi Barat mencari tiga remaja Israel yang hilang.

Dalam 10 hari sejak pasukan Israel telah menangkap lebih dari 400 warga Palestina, mayoritas terkait dengan Hamas, dan menyerbu lebih dari 1.000 lokasi di seluruh Tepi Barat. Israel telah bersumpah untuk “menghancurkan” Hamas. [ds/knrp/maannews]asal

PASUKAN ISRAEL TANGKAP 4 PEREMPUAN PALESTINA


JUNE 23, 2014 kidnap_women



Pasukan Israel pada hari Ahad (22/6/2014) sore menyerbu kota al-Tayba, Jenin, Tepi Barat yang diduduki.  Israel dikabarkan menangkap empat perempuan Palestina.


Sumber-sumber lokal mengatakan kepada pusat informasi Palestina (PIC) bahwa IOF menangkap Fathiya Aghbariya, 52, putrinya Nivin, 18, dan Hanin, 25, serta menantunya Douaa, 21.

Pasukan Israel menggerebek  rumah Fathiya sebelum membawa mereka ke lokasi yang tidak di ketahui.

Israel baru-baru ini melancarkan serangan dan penggerebekan di seluruh wilayah Tepi Barat, dengan dalih untuk mencari tiga pemukim Yahudi yang hilang 12 Juni lalu. Lebih dari 400 orang telah ditangkap dan seribu rumah telah digeledah oleh pasukan Israel. [ds/knrp/pic]

PASUKAN ISRAEL KEMBALI TANGKAP 37 WARGA PALESTINA DI TEPI BARAT


286467_345x230

JUNE 23, 2014
Pasukan militer Israel dikabarkan telah menahan 37 warga Palestina pada Ahad (22/6/2014) malam di Tepi Barat yang diduduki. Hal itu masih merupakan buntut pencarian yang diluncurkan Israel untuk menemukan tiga pemukim Yahudi.


Tentara Israel melakukan inspeksi dari rumah ke rumah di Nablus dan kamp pengungsi Balata dan menahan Salih Saadi al-Amir, Taha Salous, Ahmad al-Tanbour, Abdul-Rahman al-Bishtawi dan Amir Ishtayya.

Di Bethlehem, pasukan Israel menyita komputer dan kamera pengintai dari tempat penukaran uang dan merusaknya ketika mencoba untuk membukanya. Pasukan Israel juga menyerbu tempat penukaran uang di Hebron, menyita semua komputer dan kamera keamanan.

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan 37 warga Palestina ditahan semalam selama pasukan Israel menyerbu 80 lokasi, dengan fokus pada barat laut Hebron, Jenin dan Beit Awwa. Tentara juga menggerebek tujuh tempat afiliasi Hamas.

Sebuah operasi militer besar-besaran diluncurkan oleh Israel sejak 10 hari yang lalu, setelah tiga warga Israel hilang di Tepi Barat yang diduduki. Dengan dalih mencari remaja yang hilang, pasukan Israel telah menewaskan lima warga, menahan 471 warga Palestina, termasuk 11 anggota parlemen, di lebih dari 400 serangan yang ditargetkan pada rumah, lembaga masyarakat sipil, perguruan tinggi dan media. [ds/knrp/maannews]asal

MENGAPA YAHUDI TAKUT PADA ANAK PALESTINA? (2-HABIS)


MIDEAST-DIPLOMACY-ISRAEL-SECURITY

JUNE 23, 2014
Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan.

Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!” katanya.  Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.

Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara. Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.

Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina.

Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al- Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura.

Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. “Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !”

Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok?

asal

Jusuf: Kita akan buka kedutaan di Palestin


Pandeglang: Bekas Naib Presiden Indonesia yang kini menjadi regu Jokowi, Jusuf Kalla (gambar) berkata, dia akan membuka Kedutaan Indonesia di Palestin jika mendapat mandat daripada rakyat bulan depan.

Kata Jusuf, tindakan itu adalah satu daripada komitmennya membantu negara berkenaan.

Menurut Jusuf, Kedutaan Indonesia tidak sepatutnya hanya dibuka di Jordan, sebaliknya perlu ada di Ramallah.



“Langkah itu adalah penegasan Indonesia terhadap sokongan masyarakat Palestin.

“Kita tidak main-main dengan rancangan ini kerana konflik yang berlaku di situ sering menjadi masalah antarabangsa,” katanya selepas melawat pondok pengajian Fathul Ma’ani di Pandeglang, Banten, semalam.

Jusuf berkata, apa yang dipaparkan Jokowi dalam debat pusingan ketiga kelmarin sangat tepat dengan apa yang ada dalam perancangan mereka.

“Kami merancang beberapa langkah strategik berhubung dasar luar terhadap Palestin,” katanya, semalam.

- Agensi

Artikel ini disiarkan pada : 2014/06/24

Israel lancar serangan udara di Golan

Israel lancar serangan udara di Golan
ASKAR Israel membuat persiapan di kawasan yang diduduki Israel di Bukit Golan, di mana tentera Yahudi itu melepaskan tembakan meriam ke arah kedudukan tentera Syria semalam. - Foto Reuters 
BAITULMAQDIS: Israel melakukan serangan balas terhadap tentera Syria di Bukit Golan atas alasan kononnya seorang remajanya terbunuh dalam serangan awal Syria.

Serangan semalam adalah yang paling serius di kawasan peletakan senjata di Syria sejak Perang Asia Barat 1973.

Kawasan yang disasarkan termasuk ibu pejabat tentera Syria dan kawasan pelancaran serangan, kata Leftenan Kolonel Peter Lerner bagi pihak tentera Israel.

Tentera Yahudi mendakwa serangan udara itu dilakukan selepas anak lelaki kontraktor kementerian pertahanan Israel dibunuh di Golan semalam. - AFP

Monday, 23 June 2014

palestin

Hamas sangkal tuduhan culik


  • Askar rejim Zionis melancarkan operasi besar-besaran untuk mengesan tiga remaja Israel yang hilang di Tebing Barat. Gambar kecil: MahmoudAskar rejim Zionis melancarkan operasi besar-besaran untuk mengesan tiga remaja Israel yang hilang di Tebing Barat. Gambar kecil: Mahmoud

RAMALLAH - PALESTIN. Presiden Palestin, Mahmoud Abbas, menegaskan tiada bukti kukuh menunjukkan gerakan Hamas mendalangi insiden penculikan tiga remaja Israel di Tebing Barat, lebih seminggu lalu.

"Kami sudah berusaha untuk mengesan mangsa," katanya pada laporan Press TV.

Difahamkan, kesemua mereka dilihat kali terakhir di bandar Hebron pada 12 Jun lalu sebelum dilaporkan hilang.

Dalam perkembangan lain, seorang penduduk Palestin maut manakala puluhan lagi cedera selepas rejim Zionis menggunakan tindakan kekerasan ketika operasi besar-besaran untuk mencari tiga remaja tersebut.

Pihak berkuasa Palestin memberitahu, Ahmad Abu Shanu ditembak ketika dalam perjalanan ke masjid di bandar Nablus.

Sementara itu, puluhan cedera termasuk seorang kritikal selepas pertempuran tercetus antara penunjuk perasaan dan tentera Israel di Ramallah, Abu Dis dan  Jenin.

"Rejim Zionis turut melancarkan serangan udara dengan menyasarkan empat kawasan di selatan Gaza, namun tiada kematian dilaporkan," menurut media tempatan.

Sehingga kini, lebih 300 penduduk Palestin termasuk Ahli Parlimen dan anggota Hamas ditahan dalam operasi yang dilancarkan Israel sejak awal minggu lalu.

Warga Palestin ditembak mati

Berita | Warga Palestin ditembak mati
Tebing Barat, 24 Jun - Dua orang warga Palestin ditembak mati malam semalam semasa operasi pencarian tiga orang askar zionis yang hilang. Ahmad Said Suod Khalid, 27 di kem pelarian al-Ein dan Mahmoud Ismail Atallah Tarifi, 30 di Nablus.
Khalid ditembak sebanyak 4 kali semasa perjalanan menuju ke masjid untuk solat, manakala Atallah ditemui di atas atap. [Ph]
sumber: maan, teampalestina

Zionis Israel Bunuhi Remaja Palestina Pengunjuk Rasa di Tepi Barat



Sabtu, 21 Sya`ban 1435 News, World

Shoutussalam.com – Tentara Israel membunuhi pemuda Palestina pada Jumat (20/06/2014), sebelum terbitnya fajar di Tepi Barat. Selain itu, beberapa kaum dewasa juga terluka karena serangan para zionis ini.

Rangkaian serangan yang dilancarkan pada penduduk Tepi Barat ini berkaitan dengan hilangnya tiga orang warga negara Zionis Israel yang berusia belasan tahun.

Pada malam Jumat, 25 orang Palestina ditangkap oleh pihak keamanan Israel. Demikian sumber dari zionis menyatakan kabar ini secara resmi.

Kondisi wilayah Palestina makin memanas, bersamaan dengan persatuan nasionalisme yang dibangun kembali oleh Kelompok Fatah yang berkuasa di Tepi Barat, dan Hamas yang memegang kendali di Gaza.

Cinta memang buta,yahudi dan saudi.


palestin

Sunday, 22 June 2014

3 pemuda israel diculik, israel tahan 6 ahli parlimen palestine, bunuh berpuluh2 & tangkap berdozen2 org awam

3 pemuda israel diculik, israel tahan 6 ahli parlimen palestine,
bunuh berpuluh2 & tangkap berdozen2 org awam

ratus ribu org islam syria dibunuh, 750,000 dikepung, lebih 9 juta jadi pelarian ... kita tak boleh terus diam, bisu & tuli. ayuh bangun & bantu

apartheid


Beratus tentera Israel berada di Tebing Barat


RAMALLAH 22 Jun - Israel bertindak menghantar beratus-ratus orang tentera ke Tebing Barat semalam, dalam usaha mencari tiga orang remaja warganya yang didakwa diculik oleh pergerakan Hamas pada 13 Jun lalu.
Tentera berkata, proses pencarian melibatkan lebih daripada 1,150 kawasan di Tebing Barat dan pihaknya turut menahan lebih 10 orang penduduk Palestin, menjadikan jumlah penduduk yang ditahan setakat ini seramai 330 orang.
Menurut Kelab Tahanan Palestin, tentera Israel menahan lebih daripada 37 orang penduduk dalam operasi tersebut. - REUTERS


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140622/lu_03/Beratus-tentera-Israel-berada-di-Tebing-Barat#ixzz35JolUpra
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Friday, 20 June 2014

Bertempur di Jenin


Baitulmaqdis: Tentera Israel bertempur dengan penduduk Palestin awal semalam ketika askar Zionis itu melancarkan serbuan dalam operasi menjejaki tiga remaja Yahudi yang dipercayai diculik di Tebing Barat.

Ia keganasan terburuk sejak usaha mencari remaja itu dilancarkan seminggu lalu.

Israel yang mendakwa kumpulan Hamas terbabit dalam penculikan itu walaupun tidak mempunyai bukti bertindak menangkap sejumlah besar anggota pergerakan berkenaan sambil melancarkan operasi mencari itu.

Hamas walaupun memuji penculikan remaja berkenaan, tidak mengaku bertanggungjawab.

Ketiga-tiga mereka - Eyal Yifrah, 19, Gilad Shaar, 16, dan Naftali Fraenkel, 16, yang juga mempunyai kerakyatan Amerika - hilang Khamis lalu ketika dalam perjalanan pulang dari kuil Yahudi di Tebing Barat.

Tentera Israel berkata, dalam kejadian semalam, kira-kira 300 penduduk Palestin berhimpun di jalan raya apabila mereka memasuki Jenin kira-kira jam 2 pagi.

Ada yang melepaskan tembakan sementara yang lain melontar batu dan bahan letupan.



Askar Zionis itu bertindak balas dengan melepaskan tembakan.

Seramai 30 penduduk ditahan selepas kejadian itu.

Pengarah hospital di Jenin, Nadir Irshaid berkata, tujuh orang dirawat kerana cedera ringan akibat tembakan dan dipukul.

Sejak operasi mengesan tiga remaja itu bermula, kira-kira 280 rakyat Palestin ditahan, termasuk 200 anggota Hamas.

Pihak berkuasa Israel berkata, mereka sudah mencari di hampir 100 kawasan dan menyerbu institusi yang didakwa digunakan Hamas.

Jurucakap tentera, Leftenan Kolonel Peter Lerner berkata Hamas perlu ‘membayar harga yang mahal’ kerana kehilangan ketiga-tiga remaja itu.

Sehingga ini, tidak ada tanda menunjukkan mangsa masih hidup.

Tuntutan wang tebusan atau tuntutan lain daripada penculik juga tidak diterima.- AP

Artikel ini disiarkan pada : 2014/06/20

Tentera Zionis, penduduk Palestin bertempur



AP
BEBERAPA askar Israel meronda di bandar Jenin, Tebing Barat semalam.


RAMALLAH, Tebing Barat - Askar-askar Israel berbalas tembakan dengan penduduk Palestin semalam, kata tentera rejim Zionis.
Ia merupakan pertempuran di jalanan paling sengit di Tebing Barat sejak tentera Yahudi memulakan operasi mencari tiga remaja Israel yang hilang seminggu lalu.
Beberapa pegawai hospital berkata, tiga penduduk Palestin cedera terkena tembakan dalam pertempuran di Jenin yang merupakan kubu kuat pejuang Palestin.
Setakat ini, belum ada laporan mengenai kecederaan di pihak Israel.
"Kira-kira 300 penduduk Palestin dengan sebahagian mereka membaling bahan letupan dan melepaskan tembakan ketika tentera askar-askar Israel memasuki Jenin untuk mencari tiga remaja hilang itu," kata pihak tentera dalam satu kenyataan.
Dalam pada itu, tentera Israel menangkap seramai 30 penduduk Palestin di Tebing Barat sejak semalam dalam operasi mencari tiga remaja Yahudi yang didakwa diculik pergerakan Hamas, kata pihak tentera semalam.
Menurut kenyataan tentera Zionis, tangkapan terbaharu itu menjadikan bilangan penduduk Palestin yang ditahan setakat ini meningkat kepada 280 orang.
Tiga remaja dengan dua daripada mereka di bawah umur hilang dekat penempatan haram Gush Etzion di Tebing Barat pada 12 Jun lalu.
Israel menyalahkan Hamas sebagai bertanggungjawab menculik mereka. - AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0620&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_03.htm#ixzz3585GTin9 
Hakcipta terpelihara 

Thursday, 19 June 2014

Sehingga kini, seramai 197 rakyat Palestin diculik dan ditahan

Berita | Sehingga kini, seramai 197 rakyat Palestin diculik dan ditahan, 791 buah rumah diserbu dalam operasi terkini zionis di Tebing Barat. [Ph]

Sumber: Harry Fear & Ahrar Centre for Prisoners.
Gambar: Pencerobohan di Al-Khalil pada Isnin lepas. [REUTERS]

#aqsasyarif #ramadhan
 

51 ditahan semula


Baitulmaqdis: Tentera Israel semalam menahan semula 51 bekas tahanan Palestin dalam usaha menjejaki tiga remaja Yahudi yang didakwa diculik di Tebing Barat.

Israel yang percaya Hamas bertanggungjawab menculik remaja berkenaan ketika mereka dalam perjalanan pulang dari satu upacara keagamaan, meningkatkan tekanan terhadap kumpulan itu.

Semua 51 tahanan yang ditahan semula itu adalah sebahagian daripada 1,027 rakyat Palestin yang dibebaskan dari penjara Israel pada 2011 sebagai pertukaran untuk pembebasan anggota tentera Zionis, Gilad Schalit yang ditawan Hamas pada 2006.

Menurut jurucakap tentera Israel, Leftenan Kolonel Peter Lerner, 52 tahanan itu ditahan bersama 14 lagi rakyat Palestin lain, menjadikan jumlah yang ditahan sejak remaja itu hilang mencecah 240 orang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berkata, penahanan itu memberi ‘mesej penting’ kepada Hamas dan tentera rejim itu akan meneruskan operasi sehingga ketiga-tiga remaja terbabit dibebaskan.

Dia juga menggunakan kesempatan itu untuk mengecam kerajaan perpaduan Palestin yang baru ditubuhkan dan menggesa masyarakat antarabangsa mendesak Presiden Mahmoud Abbas membubarkan kerajaan berkenan.

Sehingga kini Israel tidak dapat membuktikan pembabitan Hamas dengan kehilangan remaja Yahudi berkenaan tetapi seorang menteri rejim itu, Gilad Erdan berkata, pihaknya tahu kumpulan Hamas yang bertanggungjawab.

Dia bagaimanapun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Sejak kehilangan ketiga-tiga remaja itu, tentera Israel sudah melakukan pencarian di 800 lokasi di Tebing Barat dan menjalankan operasi ke atas 10 institusi awam Hamas, termasuk menyerbu stesen radio milik pergerakan itu.



“Tindakan ini memberi tamparan hebat kepada infrastruktur, operasi dan institusi Hamas itu sendiri,” kata Lerner.

Setakat ini masih belum ada sebarang tanda menunjukkan remaja yang hilang itu masih hidup.

Tuntutan tebusan atau tuntutan lain daripada penculik juga tidak diterima.

Lerner berkata, tentera Israel akan terus mengadakan sekatan di wilayah Hebron bagi mengelakkan penculik membawa mangsa keluar dari Tebing Barat.- AP

Artikel ini disiarkan pada : 2014/06/19

Wednesday, 18 June 2014

Israel bedil Gaza

Penduduk Palestin berdepan kawalan pemeriksaan ketat di bandar Hebron, Tebing Barat. Foto: AFP
Penduduk Palestin berdepan kawalan pemeriksaan ketat di bandar Hebron, Tebing Barat. Foto: AFP
GENTING GAZA - PALESTIN. Tentera rejim Zionis melancarkan empat serangan udara di beberapa kawasan di Semenanjung Gaza, semalam sebagai respons terhadap kehilangan tiga remaja Israel sejak minggu lalu.

Bagaimanapun, pihak berkuasa Palestin mengesahkan tiada kematian dilaporkan dalam serangan itu.

Kelmarin, tentera Israel turut menahan 41 penduduk Palestin dalam serbuan yang dilakukan di Tebing Barat.

Beberapa pihak mendakwa operasi disertai kira-kira 1,000 askar rejim Zionis itu adalah sebahagian daripada rancangan jahat Israel untuk menghapuskan gerakan Hamas yang didakwa melakukan penculikan tersebut.

Susulan daripada itu, Hamas mengutuk keras tindakan  tersebut dan turut menggelar rejim Zionis sebagai pengecut kerana melanggar konvensyen antarabangsa.

Menurut Press TV, sehingga kini, lebih 150 penduduk Palestin diberkas tentera Israel selepas mereka mendakwa Hamas sebagai dalang penculikan ketiga-tiga remaja terbabit.

palestin

Berita | Rumah warga Palestin yang dirampas oleh askar zionis digunakan sebagai tempat mensasar, sedangkan tuan rumah tersebut dikunci di dalam salah satu bilik di rumah tersebut. [Ph]

sumber: Viva Palestina Malaysia

#aqsasyarif #ramadhan

Tentera Israel menyerang kawasan pertanian di Gaza

Berita | Tentera Israel menyerang kawasan pertanian di Gaza

18 Jun, Gaza - Tentera Israel bertindak menyerang beberapa kawasan pertanian di Khan Younis Gaza awal pagi tadi. Palestine News Network melaporkan kira-kira 7 jip tentera Israel memasuki kawasan pertanian dan melepaskan tembakan rambang ke rumah petani dan merosakkan tanaman milik rakyat Gaza. 

Sejak khamis lepas, tentera Israel meningkatkan kawalan di kawasan timur dan utara Gaza. [AKA]

sumber: http://bit.ly/1qckvG0

#aqsasyarif #ramadhan

40 lagi anggota Hamas ditahan


Ramallah: Tentera Israel semalam menahan lebih 40 anggota Hamas dalam operasi mengesan tiga remaja yang didakwa diculik gerakan itu.

Rejim zionis menuduh Hamas bertanggungjawab terhadap penculikan tiga remaja yang juga pelajar sekolah menengah Yahudi di Tebing Barat Khamis lalu.

Hamas tidak mengeluarkan sebarang kenyataan mengaku atau menafikan dakwaan itu.

Sejak kehilangan tiga remaja berkenaan - Gil-Ad Shaer, 16 yang turut mempunyai kerakyatan Amerika Syarikat, Naftali Fraenkel, 16, dan Eyal Yifrah, 19 - Israel menjalankan operasi termasuk menggeledah kediaman dan memotong bekalan tenaga di Hebron dalam usaha menjejaki mangsa.

Anggota kanan Kabinet keselamatan perdana menteri Israel, Naftali Bennett berkata, rejim itu mahu semua ahli Hamas merasakan akibat buruk daripada ‘perbuatan’ mereka.

Menteri Penerangan Palestin menuduh Israel mengenakan hukuman menyeluruh ke atas seluruh wilayah negara itu.

“Semua penduduk dijadikan ‘tebusan’ kerakusan rejim Israel,” katanya.

Menurut kenyataan yang dikeluarkan tentera Zionis, mereka sudah menahan 41 anggota Hamas menjadikan jumlah rakyat Palestin yang ditahan meningkat kepada 200 orang.

Mereka juga berkata operasi itu bermatlamat serampang dua mata - mengesan mangsa dan melemahkan Hamas.

Dalam pada itu, lima rakyat Palestin cedera selepas polis dan tentera Israel bom dan melepaskan tembakan peluru getah ke arah penduduk di bandar Janin.



- Reuters

Artikel ini disiarkan pada : 2014/06/18

Sertai tilawah selepas 3 tahun dihalang Zionis

Sertai tilawah selepas 3  tahun dihalang Zionis
Murad Yasin M Abugharbia 
Larangan keluar oleh Israel kuatkan semangat peserta Palestin

Kuala Lumpur: Selepas lebih tiga tahun dilarang keluar dari negaranya oleh tentera Israel, Murad Yasin M Abugharbia, 41, dari Tebing Barat, Palestin, akhirnya berpeluang menyertai Tilawah al-Quran Peringkat Antarabangsa (MTQA) Ke-56. Bertempat di Dewan Merdeka, Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC), di sini, tilawah bermula pada 16 hingga 21 Jun ini.
Satu sebab kenapa saya mahu menyertai pertandingan ini ialah kerana kemerduan bacaan ayat suci al-Quran oleh bangsa bukan Arab, terutama bacaan daripada peserta Malaysia yang sangat baik hingga menyentuh hati” Murad Yasin M Abugharbia, Qari Palestin

Penantian itu menguatkan lagi semangat bapa empat anak itu untuk menyertai Tilawah al-Quran di negara ini buat pertama kali, yang disifatkan beliau sangat masyhur dan sering disebut-sebut penduduk di Palestin.

Tuesday, 17 June 2014

Today in history

17 June 2014
Today in history, still waiting for the British crown apology for our suffering, Terrorist British occupation forces executed the three Palestinian leaders of Buraq revolution Mohamad Jamjoum, Atta Ezzir and Fu'ad Hejazee in Akka prison in 17 June 1930, never forget, never forgive.

Monday, 16 June 2014

palestin

Pembunuhan Tokoh Ha'avara Haim Arlosoroff

Hari ini dalam sejarah | 16 Jun 1933 | Pembunuhan Tokoh Ha'avara Haim Arlosoroff

Palestin berada di bawah penjajahan British melalui ‘Mandat British’ dari 29 September 1923 sehingga 14 Mei 1948. Dengan kelulusan yang diberikan oleh British melalui Deklarasi Balfour pada November 1917, tempoh Mandat British itu digunakan sepenuhnya oleh Zionis untuk mereka berimigrasi ke Palestin.

Dari 1923 sehingga 1948, pertambahan penduduk Yahudi di Palestin adalah sebanyak 483,000 orang.

Di antara tokoh Zionis yang memainkan peranan penting dalam Ha’avara (Perpindahan) besar-besaran ini ialah Haim Arlosoroff. Haim Arlosoroff merupakan seorang Yahudi yang dilahirkan di Romny, Ukrain dan mendapat pendidikan di Jerman. Pada usia 24 tahun, beliau beroleh PhD dalam jurusan Ekonomi dan mendapat tempat di Universiti Berlin, namun kerana visi Zionisnya untuk mewujudkan Eretz Israel (Israel Raya), beliau telah meninggalkan Jerman dan bergerak dalam politik bersama Parti Mapai (Parti Buruh).

Pada Januari 1933, sebaik selepas Hitler menjadi Presiden Jerman, beliau telah melaksanakan polisi yang melarang orang Yahudi memegang sebarang kedudukan dalam masyarakat Jerman. Orang Yahudi mula dipinggirkan. Yahudi sedunia terus melancarkan kempen boikot ke atas produk Jerman bagi menjatuhkan kekuatan ekonomi Jerman. Namun sebaliknya, Yahudi semakin ditindas di Jerman. Walaupun Yahudi hendak berhijrah keluar dari Jerman atas segala tekanan yang dikenakan ke atas mereka, mereka tidak dibenarkan untuk membawa bersama harta mereka.

Haim Arlosoroff lantas tampil untuk berunding dengan pimpinan Nazi termasuk Adolf Hitler untuk membolehkan Yahudi Jerman keluar dari negara tersebut. Suatu perjanjian diwujudkan iaitu The Ha’avara Agreement (Perjanjian Perpindahan). Melalui perjanjian ini, suatu syarikat yang dinamakan sebagai Ha’avara ditubuhkan dan melaluinya, pendapatan Yahudi dijana supaya mereka mampu untuk keluar dari Jerman. Perjanjian ini menguntungkan Jerman kerana dengan ini Yahudi dapat dinyahkan dari tanah air mereka dan dengan berunding dengan wakil Zionis, tekanan ekonomi boikot Yahudi sedunia dapat ditamatkan. Di pihak Zionis pula, 50,000 orang Yahudi Jerman dapat dipindahkan bersama-sama dengan jentera pembajak yang melancarkan lagi perancangan mereka untuk menakluk Palestin, ke arah tertegaknya Eretz Israel. Jentera pembajak membolehkan penduduk baharu dapat membina kehidupan mereka di Palestin.

Walaubagaimanapun, tidak semua pihak bersetuju dengan Haim Arlosoroff. Dua hari selepas pulang dari Jerman, Haim Arlosoroff telah ditembak mati di Tel Aviv. Sehingga kini, pembunuh dan motif pembunuhannya gagal dikenal pasti.

Dakwaan yang paling popular adalah Haim Arlosoroff telah dibunuh oleh dua orang Zionis Parti Revisionist yang tidak bersetuju dengan tindakan Haim Arlosoroff yang berunding dengan Nazi Jerman yang sangat kuat menentang Yahudi dan agenda Zionis. 2 suspek itu bernama Avraham Stavsky dan Ze’ev Rosenblatt.

Di mata Zionis, beliau mati sebagai pejuang dalam usahanya untuk menegaknya visi Zionis. Tempat-tempat di Israel dinamakan sempena namanya dan tugu didirikan pada tahun 2009 di tempat dia dibunuh bagi memperingati tokoh Ha’avara ini.

Kisah ini membuktikan bahawa Israel tidak ditegakkan dengan mudah. Selain tentangan yang dizahirkan oleh pimpinan-pimpinan arab di sekitar Israel, adanya persengketaan dalaman di antara sesama Zionis. Persengketaan itu berlaku sehingga mengakibatkan seorang Yahudi tergamak mengambil jiwa Yahudi yang lain.

Ummah perlu terus bersatu untuk menjatuhkan Zionis dan kezaliman yang dilakukannya. Sebagaimana sukarnya Israel ditegakkan, keyakinan perlu terus menebal bahawa kesusahan yang terpaksa dideritai pada hari ini adalah prasyarat kepada kemenangan yang pasti akan dirangkuli. Zionis bukannya suatu pertubuhan yang begitu tersusun dan sangat bersatu seperti mana yang dikarang dalam teori-teori konspirasi. Mereka mempunyai lompong dan mampu dikalahkan sepertimana kumpulan-kumpulan batil yang lain.

[AK]

Mari melanggan 'Newsletter' kami: http://goo.gl/kg05AJ #pacemalaysia#HIDSpacemalaysia
 

Pesta gay Yahudi


Baitulmaqdis: Ribuan lelaki Israel berparti di sepanjang jalan di Tel Aviv semalam dalam acara perarakan tahunan golongan gay di bandar itu.

Ia dianggap sambutan terbesar seumpamanya di Timur Tengah.

Jurucakap polis, Micky Rosenfeld berkata puluhan ribu lelaki yang mengamalkan hubungan sejenis mengambil bahagian dalam acara sambutan besar-besaran itu.

Acara itu diwarnai dentuman muzik yang kuat serta lelaki yang berpakaian wanita serta tanpa baju berarak sambil mengibarkan bendera berwarna-warni.

Tel Aviv menjadi bandar terbaru yang memberi kebebasan kepada lelaki gay untuk mengamalkan gaya hidup songsang itu.

Ia menjadi satu daripada destinasi pelancongan paling mesra gay beberapa tahun kebelakangan ini.

Ia jauh berbeza berbanding bandar di sekelilingnya.

Lelaki gay diterima secara terbuka dalam perkhidmatan ketenteraan, parlimen dan ramai dikalangan selebriti negara itu adalah gay.

Namun pemimpin komuniti berkenaan berkata Israel masih belum mampu memberikan hak sama rata kepada golongan gay.

Sehingga kini masih belum ada perkahwinan sejenis yang dilangsungkan di Israel kerana ia tidak termaktub dalam undang-undang.

Semua perkahwinan mesti melalui rabai Yahudi yang tegas menyatakan hubungan sejenis adalah dilarang dalam fahaman Yahudi.

Namun negara itu mengiktiraf pasangan sejenis yang berkahwin di luar negara.

Israel tahan 80 warga Palestin


TEL AVIV 15 Jun - Pihak berkuasa Israel menahan kira-kira 80 orang warga Palestin yang dipercayai terlibat dalam kes penculikan tiga remaja Israel pada minggu lalu.
Remaja berkenaan dua daripadanya berusia 16 tahun dan seorang 19 tahun diculik ketika sedang melalui kawasan penempatan haram Yahudi di Gush Efzion di Tebing Barat dan sehingga kini kelibat mereka tidak didengari.
Jurucakap tentera, Leftenan Kolonel, Peter Lerner berkata, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan berusaha menyelesaikan masalah ini, walau dengan apa cara sekali pun.
Kebanyakan yang ditahan adalah anggota pergerakan Hamas, termasuk beberapa anggota Parlimen Palestin. - DPA


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140616/lu_09/Israel-tahan-80-warga-Palestin#ixzz34kQJmhnL
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Netanyahu tuduh pergerakan Hamas terlibat dalam kes culik


BAITULMAQDIS 16 Jun - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu semalam, menuduh pergerakan Hamas terlibat dalam penculikan tiga remaja di Tebing Barat, baru-baru ini.
Sebagai usaha mencari ketiga-tiga remaja berkenaan, Eyal Yifrah, 19, Gilad Shaar, 16, dan Naftali Frenkel, 16, tentera Israel menahan 80 orang penduduk Palestin di Hebron, selatan Tebing Barat.
Pegawai tentera berkata, kebanyakan yang ditahan adalah anggota pergerakan Hamas. - DPA


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140616/lu_02/Netanyahu-tuduh-pergerakan-Hamas-terlibat-dalam-kes-culik#ixzz34kNGrsrf
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Saturday, 14 June 2014

Lelaki minta dibicarakan


WARTAWAN SINAR HARIAN
13 Jun 2014


KUANTAN - Seorang buruh tidak mengaku bersalah dan minta dibicarakan di Mahkamah Majistret, dekat sini, semalam atas tuduhan menjalankan perniagaan hiburan internet tanda lesen yang sah daripada pihak berkuasa.

Tertuduh, Muhammad Efendi Rodimin, 31, dari Paka, Terengganu, dituduh menjalankan perniagaan tersebut di sebuah premis di Jalan Datuk Bahaman, Kubang Buaya pada 9 Jun lepas, lebih kurang jam 11.55 malam.

Dengan itu, tertuduh telah melakukan satu kesalahan di bawah Seksyen 4(1) (b) Enakmen Hiburan 1993 (Pahang) yang boleh dihukum di bawah Seksyen 4(2) enakmen yang sama.

Jika sabit kesalahan, hukuman denda tidak kurang daripada RM10,000 tetapi tidak lebih daripada RM50,000 atau penjara selama tempoh tidak melebihi lima tahun atau kedua-duanya.

Tertuduh yang mengaku bekerja sebagai buruh binaan dengan berpendapatan dalam lingkungan RM800 sebulan dan perlu menyara dua adik memohon  mahkamah meringankan jaminan.

Majistret Jessica Daimis yang mengambil kira rayuan tertuduh mengarahkan lelaki tersebut diikat jamin RM3,000 sementara menunggu kes perbicaraan pada 1 Julai depan.

Keluarga tahanan Palestin sertai mogok lapar


14 Jun 2014

RAMALLAH - PALESTIN. Keluarga tahanan Palestin yang  mogok lapar di penjara Israel turut melancarkan tindakan sama sebagai tanda perpaduan dengan saudara mereka.

Menurut Press TV, bapa kepada salah seorang tahanan, Nidal al-Srafeesi nekad mogok lapar sejak lebih dua minggu lalu sebagai sokongan kepada anaknya.

"Mereka tidak akan menamatkan mogok lapar sehingga pihak berkuasa Israel akur dengan tuntutan kesemua tahanan di bawah penahanan pentadbiran.

Susulan daripada itu, Pertubuhan Pembebasan Palestin (PLO) menggesa masyarakat antarabangsa supaya mengambil tindakan tegas terhadap rejim Zionis yang melakukan penindasan terhadap tahanan Palestin.

Sejak 24 April lalu, lebih 120 tahanan menyertai mogok lapar walaupun tindakan itu kini mengancam nyawa mereka.

Friday, 13 June 2014

Israel hancurkan perkampungan Badwi.

Berita | Israel hancurkan perkampungan Badwi.

13 Jun, Occupied Palestine - Israel memusnahkan penempatan badwi (bedouin) Al-Arakib semalam. Israel berbuat demikian selepas mahkamah bersidang terlalu lama untuk menyelesaikan masalah di antara Lembaga Tanah Israel (Israel Lands Authority ILA) dan penduduk kampung.

Setakat ini, kampung tersebut yang terletak di kawasan Palestin yang dijajah, iaitu Be'er As-Sabiq (Be'er Sheva) telah dimusnahkan sebanyak 10 kali sejak 2010.

Walau bagaimanapun, kemusnahan semalam merupakan kali pertama pihak Israel memasuki dan memusnahkan kawasan perkuburan dan juga sebuah pondok besar yang menjadi masjid sementara penduduk.

Kredit Gambar : Oren Ziv, Yotam Ronen / Activestills.org
Sumber: Activestills [Ph]

#aqsasyarif #ikkm #ramadhan

Israel hancurkan perkampungan Badwi.

Berita | Israel hancurkan perkampungan Badwi.

13 Jun, Occupied Palestine - Israel memusnahkan penempatan badwi (bedouin) Al-Arakib semalam. Israel berbuat demikian selepas mahkamah bersidang terlalu lama untuk menyelesaikan masalah di antara Lembaga Tanah Israel (Israel Lands Authority ILA) dan penduduk kampung.

Setakat ini, kampung tersebut yang terletak di kawasan Palestin yang dijajah, iaitu Be'er As-Sabiq (Be'er Sheva) telah dimusnahkan sebanyak 10 kali sejak 2010.

Walau bagaimanapun, kemusnahan semalam merupakan kali pertama pihak Israel memasuki dan memusnahkan kawasan perkuburan dan juga sebuah pondok besar yang menjadi masjid sementara penduduk.

Kredit Gambar : Oren Ziv, Yotam Ronen / Activestills.org
Sumber: Activestills [Ph]

#aqsasyarif #ikkm #ramadhan

Thursday, 12 June 2014

Yayasan Islam harus bantu taja filem Palestin

Kisah benar mengenai seorang kanak-kanak Palestin yang bernama Farah didokumenkan dalam filem "Farah" oleh penerbit eksekutif sebuah stesen televisyen bebas, Farheen Pasha Umar. - Foto U T San Diego
Kisah benar mengenai seorang kanak-kanak Palestin yang bernama Farah didokumenkan dalam filem "Farah" oleh penerbit eksekutif sebuah stesen televisyen bebas, Farheen Pasha Umar. - Foto U T San Diego
ISTANBUL - TURKI. - Ada dua cadangan menarik yang dibuat pada penutup forum media Palestin iaitu pembangunan pelbagai media bertujuan memberi liputan lebih meluas perjuangan rakyat Palestin di seluruh dunia.
Forum ini juga menggesa diwujudkan saluran komunikasi yang turut mendokong hak rakyat Palestin dalam pelbagai bahasa.
Farheen Pasha Umar, penerbit eksekutif sebuah stesen televisyen bebas telah menggunakan pendekatan ini apabila menghasilkan filem dokumentari yang begitu menyayat hati bertajuk "Farah".
Filem ini menyingkap kehidupan seorang kanak-kanak perempuan Palestin yang melecur terbakar peringkat ketiga apabila sebutir bom meletup berhampiran rumahnya.
Kejadian itu berlaku pada 2009 apabila tentera Yahudi menyerang Gaza yang berikutnya disebut Perang Gaza.
Farah dihantar ke hospital di San Diego untuk menjalani beberapa pembedahan sebelum kembali ke kampung halamannya di Gaza.
Perang Gaza atau dikenali juga sebagai 'Operation Cast Lead' menyebabkan kira-kira 1,400 rakyat Palestin termasuk ibu Farah terkorban berbanding hanya 13 di pihak Israel.
Bagaimanapun, Farheen berkata semasa beliau mahu memulakan penggambaran filemnya, beliau kecewa kerana tidak dapat mencari pertubuhan atau yayasan Islam untuk memohon dana.
Menurut Farheen, beliau membuat carian atas talian tetapi gagal. 
 
Banyak yayasan membiayai filem Yahudi   
 
Berpangkalan di Amerika, Farheen berkata beliau tidak tahu siapa yang patut dihubungi dan telah membuat carian atas talian untuk pertubuhan yang berkaitan bagi mendapatkan dana.
"Ketika mencari itu saya dapati untuk filem Yahudi atau apa sahaja mengenai Israel, banyak betul yayasan yang boleh mengeluarkan dana.   

"Mereka (yayasan Yahudi) menggalakkan orang membuat filem tetapi malangnyatidak ada apa-apa untuk orang Islam.
"Jadi bagi kami yang hendak membuat filem ini, ke mana harus kami pergi untuk dapatkan wang?", tanya Farheen, sambil menambah, pembikinan filem memerlukan belanja yang banyak.
Meskipun terpaksa melakukan sendirian, Farheen akhirnya berjaya juga menghasilkan "Farah", filem yang memaparkan rakyat Palestin dari sudut yang berbeza daripada yang digunakan media Arab lain.
Filem dokumentari ini julung-julung kali dipertontonkan pada 2011 di San Diego dan sekali lagi ditayangkan kepada peserta Forum Media Palestin yang berlangsung di Istanbul. 
 
Farah   
 
Menurut Farheen, kisah Farah adalah kisah penuh emosi dan kemanusiaan yang boleh menyentuh perasaan semua orang.
Beliau berkata kebanyakan rakyat Amerika tidak berapa tahu sangat tentang isu Palestin.
Farah mengisahkan bagaimana kanak-kanak perempuan ini dijaga ibu angkatnya daripada keluarga Arab-Amerika. Dia tinggal bersama mereka selama sembilan bulan sepanjang masa menjalani rawatan untuk badannya yang melecur terbakar.
Selesai rawatan, dia terpaksa kembali ke Gaza.
"Yang menarik ialah ibu angkat yang begitu sayang kepada kanak-kanak perempuan ini. Runtunan perasaan wanita ini yang saya mahu gambarkan dalam filem ini.

Farah kini tinggal bersama ayah, ibu tiri dan neneknya," kata Farheen.
Menurut Farheen, beliau merancang sebuah lagi filem tentang Farah dan kali ini penggambaran akan dibuat di Gaza. 
 
Filem rapatkan jurang timur dan barat   
  
Pembuat filem berketurunan Pakistan-Amerika ini berkata tujuan utama beliau menghasilkan filem itu adalah untuk merapatkan jurang antara timur dan barat.
Katanya, terlalu banyak salah faham di Amerika Syarikat mengenai Islam, Timur Tengah dan Asia Selatan.
"Oleh yang demikian saya cuba membuat topik yang boleh merapatkan jurang ini. Saya pernah menghasilkan filem tentang wanita Islam - Wanita Islam - Purdah dan Pengasingan.
"Banyak sekali salah faham di Amerika tentang purdah, burka atau hijab," katanya sambil menambah filem itu untuk menjelaskan apa sebenarnya hijab.
     
 Kekeliruan tentang hijab 
 
 Menurut Farheen, Wanita Islam dihasilkan selepas serangan 11 September.
Pada masa itu terdapat banyak isu dan filem mengenai Afghanistan dan bagaimana wanita memakai burka ditindas (oleh taliban).
"Di Amerika, ramai Muslim Amerika mula mengenakan hijab dan sesetengah rakyat Amerika keliru dan mereka berfikir mengapa pakai hijab sedangkan tidak ada Taliban di situ."
Kata Farheen, beliau menghasilkan filem itu untuk menunjukkan perbezaan dalam dunia orang Islam berhubung hijab.
Beliau mewawancara wanita dari Pakistan dan Iran yang terpaksa berhijab sedangkan keadaan di Turki pula berbeza.
"Saya buat filem ini untuk menjelaskan keadaan", katanya.     
  
Bahasa  
  
Semasa satu daripada sesi forum, antara isu yang dibahaskan ialah soal "bahasa".
Para peserta dari negara bukan Arab termasuk peserta dari Afrika berpendapat "bahasa" yang digunakan untuk isu Palestin perlu diperluaskan kepada bahasa satu-satu negara atau sekurang-kurangnya dalam bahasa Inggeris.
Ini dapat membantu meningkatkan kefahaman berhubung isu Palestin dan mendapat lebih banyak sokongan daripada lebih ramai penduduk dunia termasuk di benua Afrika.
Editor kanan, MEMO, Ibrahim B Hewit membangkitkan perkara bahasa Inggeris menjadi bahasa antarabangsa.
"Kita perlu membangunkan profesional media yang yakin bertutur dalam bahasa Inggeris dan boleh bercakap kepada orang ramai yang bertutur bahasa Inggeris supaya kita dapat hebahkan mesej ini dengan berkesan", katanya.
Untuk makluman, sebahagian besar program forum berlangsung dalam bahasa Arab tetapi terjemahan disediakan.
Mengenai forum media Palestin, meskipun Ibrahim memuji penganjurannya, beliau turut melahirkan rasa sangsi akan hasilnya.
"Saya tak tahu sama ada ia akan mendatangkan apa-apa manfaat. Kita menghadiri banyak persidangan mengenai Palestin, kita bercakap dan lepas itu, kita pulang dan tidak ada sesiapa berbuat apa-apa. Sungguh  mengecewakan", tambahnya.
 
 
Harapan penganjur    
 
Forum media Palestin menarik peserta dan penceramah dari negara-negara seperti Mesir, Palestin, Jordan, Malaysia, Russia, Amerika Syarikat dan United Kingdom.
Forum selama dua hari itu dipenuhi dengan sesi panel, bengkel, latihan dan ruang pameran untuk saluran dan syarikat media.
Pihak penganjur berharap perhimpunan media di Istanbul akan menjadi titik permulaan kepada banyak lagi majlis seumpama itu.
Pada penutup forum, persidangan mencadangkan pertubuhan media menyokong pertubuhan media serta wartawan Palestin dalam membangunkan kemahiran serta kemampuan mereka untuk meningkatkan lagi peranan mereka.
Persidangan juga mengumumkan pelancaran Anugerah Media Antarabangsa Palestin untuk menggalakkan liputan media serta pengeluaran artistik serta kreatif yang ada kaitannya dengan perjuangan rakyat Palestin. 
Ia juga mengumumkan penubuhan Pusat Filem Palestin, yang akan mendokumen, mempromosi dan mengedar filem-filem Palestin.
Pusat itu juga akan menggalakkan komunikasi antara pembuat filem dan pihak lain dalam industri.
Hari perpaduan
 
Satu lagi perkara yang mendapat perhatian persidangan ialah Hari Perpaduan Antarabangsa dengan Rakyat Palestin dan mendedikasikannya untuk memperjuangkan hak rakyat Palestin dalam media antarabangsa.
Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) memperuntukkan tarikh 29 November untuk sambutan hari berkenaan, yang juga dikenali sebagai Hari Perpaduan.
Secara tradisi, Hari Perpaduan menyediakan peluang kepada masyarakat antarabangsa untuk menumpukan perhatian kepada persoalan rakyat Palestin yang masih belum selesai.
Hakikatnya juga, rakyat Palestin masih lagi belum mendapat hak mereka seperti yang ditakrif Perhimpunan Agung PBB.
Hak itu meliputi hak untuk menentukan masa hadapan mereka tanpa campur tangan luar, hak untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara dan hak untuk kembali ke rumah dan harta benda mereka sebelum mereka diusir. - Bernama

Kecewa gagal tikam tentera Israel

Ayat
Ayat
TEBING BARAT - PALESTIN. Seorang gadis di Hebron, Palestin hidup dalam kegelapan sejak berumur dua tahun selepas tentera Israel bertindak melepaskan kanister gas ke dalam rumahnya.

Akibatnya, Ayat Mahfouz, 22, buta mata kanan dan penglihatan mata kirinya semakin teruk dari sehari ke sehari.

Nyata, kekejaman rejim Zionis itu menjadikan gadis ini seorang pendendam dan sejak dua tahun lalu dia didakwa telah gagal sebanyak dua kali dalam percubaannya untuk menikam tentera Israel.

Bagi percubaan pertama, dia ditahan selama 40 hari dan percubaan kedua membawa kepada penahanan selama 10 bulan.

Difahamkan menurut laporan SANA, akibat tekanan melampau dia menjadi buta sepenuhnya dan putus asa untuk hidup.

Tuesday, 10 June 2014

Penduduk Gaza tiada akses air bersih


10 Jun 2014


GENTING GAZA - Penduduk Palestin di Gaza dilaporkan tidak mempunyai akses air bersih susulan sekatan Israel di bandar itu.

Pengarah air, Ahmad Yacoubi berkata, air di bandar itu dicemari nitrat dan klorida tiga kali lebih tinggi berbanding paras normal.

"Pencemaran dicatatkan semakin tinggi hingga menyebabkan 90 peratus air di Gaza tercemar teruk," katanya kepada PIC.

Pengarah Penyulingan, Ahmad Robaie pula berkata, penyulingan air laut adalah penyelesaian menangani masalah itu namun ianya tercemar dan memberi kesan kepada penduduk," katanya.

Monday, 9 June 2014

palestin

Sekarang, 

Puak Yahudi bersenang lenang ber 'selfie' di hadapan masjid suci Al Aqsa. Manakala, Umat Islam ber 'selfie' di ......

Ya Allah, bantulah kami Ya Rabb dalam usaha mengembalikan sinar Islam di bumi Palestin dan Syria. Kami lemah Ya Allah, justeru, kuatkanlah iman di dada kami, terangilah hati kami, dan bantulah kami dalam tiap-tiap langkah urusan kami. Amiin

Sunday, 8 June 2014

Azan di Vatican City

Mahmoud dan Francis bertemu kali terakhir di Palestin pada minggu lalu.
Mahmoud dan Francis bertemu kali terakhir di Palestin pada minggu lalu.
VATICAN CITY - Buat pertama kalinya dalam sejarah, solat dan bacaan Al-Quran akan diperdengarkan di Vatican City hari ini dalam usaha mengakhiri krisis antara Israel dan Palestin.

Times of Israel melaporkan, Pope Francis menjemput Presiden Israel; Shimon Peres dan Presiden Palestin; Mahmoud Abbas ke sini bagi kunjungan balas beliau yang melawat Palestin dan Israel minggu lalu.

“Pertemuan Mahmoud, Peres dan Francis akan disertai oleh  pemimpin agama Islam, Yahudi, Kristian dan Islam,” menurut laporan itu.

Pegawai Holy See memaklumkan, solat dan majlis makan malam akan berlangsung bagi melupakan persengketaan dalam politik di antara mereka.

“Pertemuan ini tidak mempunyai matlamat politik. Ia adalah untuk menyatakan hasrat semua pihak untuk melihat keamanan dicapai antara Israel dan Palestin,” katanya dipetik Al Arabiya.