
Thursday, 5 September 2013
AYAH HANIYEH : TEKANAN YANG TERJADI KE ATAS MESIR TIDAK MELEMAHKAN PALESTINA DAN ADA UPAYA SERET PERLAWANAN KE PERTEMPURAN UNTUK JAUHI ZIONIS

Gaza : Perdana Menteri Palestine Ismail Haniyeh menegaskan, ada upaya untuk menyeret perlawanan Palestina dan Jalur Gaza ke pertempuran bagi menjauhi penjajah Zionis. Haniyeh menegaskan bahawa pemerintahnya tidak meggiring rakyat Palestina untuk memerangi Mesir atau memusuhi negara manapun walau apapun kesulitan dan tekanan yang dialami Jalur Gaza.
Dalam sidang di gedung dewan legislatif di Gaza pada Khamis (5/9),Ayah Haniyeh menyatakan bahawa tekanan-tekanan yang ada saat ini sebelumnya pernah bahkan selalu dialami oleh rakyat Palestina berpuluh-puluh tahun. Dia turut melayangkan tentang perubahan persepsi di sebahagian negara Arab terhadap isu Palestina.
Haniyeh menegaskan bahawa pemerintah Palestina tidak akan kehilangan kompas dan arah tujuan meskipun menghadapi invasi zalim yang sebelumnya didahului dengan provokasi dan blokade (sekatan). Dia mengatakan, “Kami tidak menggiring rakyat kecuali menuju pembebasan al Aqsa dan melawan penjajah Zionis.”
Dalam pidatonya Haniyeh menenangkan rakyat Palestina dengan mengatakan, “ Biar Apapun yang kita alami, namun rakyat yang meledakkan perlawanan sejak puluhan tahun pasti mampu menggagalkan semua rencana musuh terhadapnya.”
Haniyah kembali menegaskan bahawa pemerintahan nya tetap menolak perundingan yang terjadi antara otoritas Palestina dan penjajah Zionis. dia mengingatkan bahawa perundingan hanya memperkukuhkan dan memperkuatkan lagi pembangunan permukiman Yahudi dan eksistensi penjajah Zionis di atas tanah Palestina, sekaligus melemahkan pembelaan terhadap isu Palestina. Perundingan ini hanya terjadi kerana digerakkan oleh tujuan peribadi semata-mata yang jauh dari kepaentingan Palestina itu sendiri .
palestin
"We do not burn Palestinian civilians alive with white phosphorus. We do not burn Palestinian civilians alive with white phosphorus. We do not burn Palestinian civilians alive with white phosphorus."[Pssssssssst, everyone and his mother has a camera phone now, and there is this thing called the "internet"....]
"Wooooops...Bomb Iran! Bomb Iran! Bomb Iran!"
Speak up and stand up against the injustices
Tuesday, 3 September 2013
REZIM MILITER MESIR SEMAKIN MENZHALIMI RAKYAT GHAZA

Rezim Militer Mesir masih terus berbuat zhalim kepada penduduk Ghaza. Setelah sebelumnya menuduh HAMAS terlibat dalam aksi anti-kudeta militer, disusul dengan penghancuran terowongan-terowongan rahasia di Rafah dan perbatasan2 Ghaza dengan Mesir.
Padahal pasca boikot ekonomi atas Ghaza, terowongan2 tersebut menjadi satu-satunya jalur alternatif pemasokan sembako dan bahan bakar dari Mesir ke Ghaza. Gerbang perbatasan sebagai jalur utama selama ini dijaga oleh militer Mesir dan Zionis dengan sangat ketat dan menyiksa.
Kini militer Mesir sedang mempersiapkan "Zona Pemisah" di Perbatasan Bagian Selatan. Dengan lebar antara 250 sampai 300 m, zona ini sudah mulai dinetralisir. Tujuannya agar militer Mesir dengan kendaraan lapis bajanya bisa bergerak di perbatasan dengan leluasa. Disamping rencana penghancuran semua terowongan yang terdapat di sepanjang jalur perbatasan, dan menjamin tidak dibuatnya terowongan2 baru.
HAMAS secara resmi mengecam program militer Mesir ini, dan menyatakan bahwa perbuatan ini tidak layak dilakukan oleh Mesir terhadap saudaranya seIslam, dan di perbatasan negara bersahabat.
http://almokhtsar.com/
***
ANCAMAN BRIGADE-BRIGADE PERLAWANAN PALESTINA
Koalisi brigade perlawanan yang ada di Ghaza mengeluarkan ancaman serius. Belum jelas sebab keluarnya ancaman ini. Pernyataan ini telah tersebar di jejaring sosial, namun belum ada penegasan dari pihak terkait.
Dalam berita tersebut, Koalisi Muqawamah Islamiah Ghaza menyatakan:
"Kami, satuan Brigade Muqawamah Islamiah di Ghaza mengumumkan, bahwa kami akan menyerang Tel Aviv dan menjadikan Negara penjajah Zionis sebagai target, jika tentara al-Sisi benar-benar menyerang Ghaza.
Setiap peluru dan rudal yang ditembakkan dari perbatasan Mesir ke Ghaza, akan kami balas dengan menyerang Tel Aviv dan daerah-daerah Zionis lainnya, sebab Zionis adalah sumber api permusuhan sebenarnya.
Kami berjanji kepada saudara kami rakyat Mesir, bahwa kami tidak akan menyerang sejengkal pun dari tanah Mesir, dan tidak akan menembak tentara Mesir, kecuali mereka yang berani masuk dan menyerang Ghaza.
Semoga kalian dan persaudaraan Arabiah dan Islamiyah kita tetap terjaga."
Senin, 26 Syawal 1434 H/ 2 September 2013 M
***
Jika berita ini benar, maka kita perlu mengapresiasi sikap tegas dan terpuji para pejuang Palestina. Ini juga menunjukkan begitu besarnya pengkhianatan al-Sisi kepada kaum muslimin di Mesir dan Ghaza.
Do'a kita kaum muslimin Indonesia, selalu menyertai perjuangan saudara-saudara kita di Bumi Syam (Palestina, Suria, Libanon, dan Yordania), serta perjuangan kaum muslimin di Irak, Burma, Ahwaz dan negara-negara lainnya.
http://www.islammemo.cc/
https://www.facebook.com/
[Hamas Mengecam Rancangan Mesir Membina Zon Penampan Dengan Gaza]

Kerajaan Hamas pada hari Ahad berkata mereka "terkejut" mendengar Mesir bercadang membina zon penampan di sepanjang sempadan dengan Tebing Gaza.
Ehab Ghissin, jurucakap bagi kerajaan Hamas berkata tidak sepatutnya wujud zon penampan "antara saudara dan negara sahabat."
Ghissin menzahirkan harapan bahawa tindakan Mesir ini tidak akan "mengukuhkan lagi sekatan" dan meningkatkan kesengsaraan rakyat Gaza.
Beliau menyeru dibangunkan kawasan bebas cukai dan bukan zon penampan di sempadan Tebing Gaza dan Mesir itu.
Akhbar Mesir memetik sumber Palestin berkata 90 peratus terowong seludup di sepanjang sempadan Gaza tidak lagi berfungsi kesan daripada langkah-langkah yang telah diambil pihak keselamatan Mesir.
Sumber tersebut berkata tentera Mesir sedang melaksanakan kempen untuk memusnahkan rumah-rumah dan terowong-terowong "yang tidak pernah dilaksanakan sebelum ini".
Menurut sumber itu lagi, zon penampan yang dicadangkan itu akan berukuran antara 25 dan 500 meter lebar dan sepanjang 10 kilometer.
Sementara itu, puluhan keluarga Mesir berdemonstrasi di bahagian Mesir sempadan Gaza sebagai tanda protes tentera memusnahkan rumah-rumah mereka. Menurut mereka, pihak tentera telah memaklumkan keluarga-keluarga yang tinggal berdekatan dengan sempadan Gaza bahawa mereka akan merobohkan rumah-rumah mereka sebagai sebahagian usaha mereka untuk membangunkan zon penampan di kawasan tersebut.
Keluarga-keluarga tersebut berkata dalam beberapa hari ini tentera Mesir telah memusnahkan rumah-rumah mereka tanpa memeberikan masa untuk mereka memindahkan perabot dan barangan peribadi mereka.
Sumber : Jerusalem Post
#mesirkini
#R4BIA
Subscribe to:
Posts (Atom)












































